OJK: Pertumbuhan premi asuransi tahun ini bisa 20%

  • 02 Feb 2016 10:33
  • Berita
  • 0 komentar

asuransi jiwa - bridge indonesia - beritaPertumbuhan ekonomi yang diproyeksi lebih tinggi di tahun ini memberi angin segar bagi perusahaan asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun memperkirakan pada tahun ini premi perusahaan asuransi bisa meningkat 15%-20%.

Berdasarkan data OJK per Desember 2015, jumlah premi asuransi konvensional mencapai Rp 181,47 triliun. Sementara perolehan premi asuransi syariah sebesar Rp 10,49 triliun. Untuk mengerek premi perusahaan asuransi, OJK memiliki 21 program strategi industri keuangan non bank.

Tapi hanya lima program yang jadi prioritas OJK di 2016. Pertama, OJK menginisiasi asuransi pertanian.

Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK bilang, hingga saat ini asuransi pertanian telah menyasar 30% dari target lahan seluas satu juta hektare.

Program kedua, asuransi penyingkiran kerangka kapal, hasil kerjasama OJK, pelaku asuransi dan Ditjen Perhubungan Laut. Ketiga, asuransi ternak sapi dan ketahanan pangan bekerja sama dengan Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian.

Keempat, asuransi nelayan, hasil kerjasama OJK dan pelaku asuransi serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kelima asuransi pariwisata.

Yasril Y Rasyid, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pun yakin pada tahun ini pertumbuhan premi bisa mencapai 15%-20%. Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya tumbuh 10%.

Optimistime ini lantaran adanya asuransi engineering, asuransi kargo dan juga asuransi satelit dari bank BUMN yang bisa mengerek pertumbuhan premi.

Hendrisman Rahim, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) juga optimistis premi di tahun ini bisa meningkat. Sebab tingkat kesadaran masyarakat untuk membeli asuransi semakin meningkat.

Tahun ini, Jiwasraya menargetkan premi sebesar Rp 13 triliun, lebih besar dari proyeksi pendapatan premi tahun lalu, Rp 10 triliun.

Geger Maulana, Wakil Direktur Utama PT BNI Life Insurance juga memasang target pendapatan premi bruto lebih besar dua kali lipat dari tahun lalu. Tahun lalu, BNI Life meraih premi Rp 3,2 triliun (unaudited).

Dengan asumsi naik dua kali lipat, berarti target premi BNI Life tahun ini Rp 6,4 triliun. "Kami mengembangkan strategi pertumbuhan employee benefit," ujar dia.

Sumber: kontan.co.id

0 komentar

Kirim Komentar